Di tengah pasar true wireless stereo (TWS) yang semakin padat, Nothing Ear (2) tampil dengan identitas yang sulit ditiru: bodi dan casing transparan yang memperlihatkan komponen di dalamnya. Desain khas Nothing ini bukan sekadar gimik, melainkan pernyataan gaya bagi pengguna yang ingin earbuds premium namun tetap terlihat berbeda dari produk arus utama. Pada review ini kami membahas Nothing Ear (2) secara objektif, mulai dari desain transparan, karakter suara yang relatif seimbang, hingga fitur peredam bising aktif.
Penilaian dalam artikel ini disusun berdasarkan spesifikasi resmi dari laman produk Nothing, ditambah analisis kelebihan, kekurangan, dan performa harian yang masuk akal untuk kelas TWS premium. Kami juga membandingkan posisinya dengan beberapa kompetitor populer agar Anda mendapat gambaran utuh sebelum membeli.
Satu hal penting sejak awal: seluruh angka harga di sini perlu dibaca sebagai kisaran pasar yang dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung stok, promo, dan kanal penjualan. Selalu verifikasi harga terbaru di toko resmi atau marketplace tepercaya sebelum bertransaksi.
Pembahasan harga
Nothing Ear (2) saat pertama dirilis diposisikan sebagai TWS premium kelas menengah, bukan flagship termahal. Karena produk ini sudah memiliki generasi penerus, harganya di pasar Indonesia kini cenderung lebih fleksibel dibanding masa peluncuran. Secara umum, unit baru maupun stok lama sering ditawarkan dengan potongan harga yang cukup menarik.
Sebagai gambaran kisaran (bukan harga resmi yang mengikat), Nothing Ear (2) di marketplace Indonesia umumnya berada di rentang sekitar Rp1,3 jutaan hingga Rp2 jutaan, bergantung kondisi stok, garansi resmi atau distributor, serta promo yang sedang berjalan. Untuk harga rilis resmi dan ketersediaan terbaru, sebaiknya cek langsung laman produk Nothing.
Apakah harganya masih masuk akal?
Untuk pembeli baru, Nothing Ear (2) tetap menarik jika ditemukan dengan harga diskon, terutama karena fitur seperti ANC, dukungan codec beresolusi tinggi, dan desain ikonik yang jarang turun nilai gengsinya. Namun bila selisihnya tipis dengan generasi penerus, mempertimbangkan model yang lebih baru bisa jadi keputusan yang lebih bijak.

Spesifikasi
Berikut ringkasan spesifikasi penting Nothing Ear (2) berdasarkan informasi resmi pabrikan. Detail teknis dapat sedikit berbeda antarwilayah, jadi gunakan ini sebagai acuan umum.
- Driver: dynamic driver 11,6 mm dengan diafragma berlapis untuk reproduksi suara yang lebih detail.
- Codec: dukungan LHDC untuk audio Hi-Res, ditambah AAC dan SBC untuk kompatibilitas luas.
- Active Noise Cancellation (ANC): ANC adaptif dengan beberapa tingkat intensitas serta mode transparansi.
- Konektivitas: Bluetooth versi terbaru dengan dukungan dual connection (tersambung ke dua perangkat sekaligus).
- Ketahanan: rating IP54 pada earbuds dan IP55 pada casing untuk perlindungan debu dan percikan air.
- Mikrofon: tiga mikrofon per sisi dengan algoritma peredam bising untuk panggilan.
- Pengisian daya: mendukung pengisian kabel USB-C dan nirkabel (wireless charging).
- Aplikasi pendamping: Nothing X untuk equalizer, personalisasi audio, dan pengaturan kontrol.
Fitur personalisasi audio
Salah satu nilai jual Nothing Ear (2) adalah fitur personal sound profile dan personalized ANC. Aplikasi Nothing X dapat menyesuaikan keluaran suara dengan karakteristik telinga pengguna, sehingga pengalaman mendengarkan terasa lebih personal dibanding sekadar preset standar.
Performa
Berdasarkan spesifikasi dan karakter produknya, Nothing Ear (2) menawarkan profil suara yang cenderung seimbang. Bass hadir cukup bertenaga tanpa mengubur vokal, bagian mid terdengar natural, sementara treble tetap renyah namun tidak terlalu tajam. Bagi pendengar yang menyukai suara netral dengan sedikit kehangatan, karakter ini terasa menyenangkan untuk berbagai genre.
ANC dan mode transparansi
Peredam bising aktifnya efektif meredam deru konstan seperti suara AC, kipas, atau kabin transportasi. Untuk kebisingan tiba-tiba seperti percakapan, performanya wajar di kelasnya, meski flagship terbaru biasanya sedikit lebih unggul. Mode transparansinya terdengar cukup natural sehingga nyaman digunakan saat perlu mendengar lingkungan sekitar.
Panggilan, latensi, dan koneksi
Kualitas panggilan tergolong baik di lingkungan tenang, sedangkan di tempat ramai hasilnya bergantung pada kondisi angin dan bising. Latensi cukup rendah untuk konsumsi video, dan fitur dual connection memudahkan perpindahan antara ponsel dan laptop tanpa pairing ulang.
Kenyamanan dan baterai
Desain in-ear yang ringkas dan ringan membuatnya nyaman untuk pemakaian beberapa jam, selama ukuran ear tip sesuai. Daya tahan baterainya memadai untuk kebutuhan harian, terutama dengan dukungan casing dan pengisian cepat, meski mengaktifkan ANC akan memangkas waktu putar dibanding mode normal.
Kelebihan
Berikut poin-poin kuat Nothing Ear (2) yang patut dipertimbangkan:
- Desain transparan ikonik yang membedakannya dari hampir semua TWS lain.
- Karakter suara seimbang dan dapat dipersonalisasi melalui aplikasi.
- Dukungan codec Hi-Res LHDC untuk pengguna yang peduli kualitas audio.
- Fitur premium seperti ANC adaptif, dual connection, dan wireless charging.
- Ketahanan IP54 yang cukup untuk pemakaian sehari-hari dan olahraga ringan.
- Aplikasi Nothing X yang intuitif dengan equalizer dan kontrol fleksibel.
Kekurangan
Sebagai penilaian objektif, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
- Performa ANC masih bisa dikalahkan flagship generasi terbaru pada kebisingan kompleks.
- Daya tahan baterai tergolong standar, bukan yang terbaik di kelasnya, terutama saat ANC aktif.
- Kecocokan fit subjektif; segel telinga sangat memengaruhi kualitas bass dan ANC.
- Risiko stok lama karena produk sudah punya penerus, sehingga perlu cermat memilih garansi.
- Manfaat penuh codec LHDC bergantung pada perangkat yang mendukungnya.
Kompetitor
Agar posisinya jelas, berikut perbandingan singkat Nothing Ear (2) dengan beberapa alternatif populer berdasarkan informasi resmi masing-masing pabrikan.
Nothing Ear (generasi penerus)
Penerusnya menawarkan peningkatan pada kualitas audio dan penyempurnaan ANC. Jika selisih harganya kecil, model yang lebih baru bisa jadi pilihan lebih awet untuk jangka panjang, meski desain dasarnya tetap mengusung gaya transparan serupa.
Apple AirPods Pro
AirPods Pro unggul bagi pengguna ekosistem Apple berkat integrasi mulus, ANC matang, dan mode transparansi yang sangat natural. Namun nilai terbaiknya memang terasa saat dipasangkan dengan perangkat Apple.
Samsung Galaxy Buds3 Pro
Galaxy Buds3 Pro menjadi pesaing kuat khususnya bagi pengguna ponsel Samsung, dengan fitur audio, ANC, dan integrasi ekosistem Galaxy. Untuk lintas platform, Nothing Ear (2) tetap kompetitif berkat dukungan codec dan desainnya yang khas.
Review dari rajaapk.id
Secara keseluruhan, Nothing Ear (2) adalah TWS premium yang menggabungkan desain transparan ikonik dengan karakter suara seimbang dan paket fitur lengkap. Produk ini paling cocok bagi pengguna yang menginginkan earbuds bergaya unik, suara netral yang bisa dipersonalisasi, serta fitur seperti ANC dan dukungan Hi-Res, terutama jika ditemukan dengan harga diskon.
Sebaliknya, jika prioritas utama Anda adalah ANC terbaik di kelasnya atau integrasi penuh dengan satu ekosistem (Apple atau Samsung), alternatif dari pabrikan tersebut mungkin lebih memuaskan. Begitu pula bila selisih harga dengan generasi penerus sangat tipis, memilih model terbaru bisa jadi keputusan yang lebih cerdas.
Sebagai catatan akhir, pastikan Anda selalu mengecek harga, garansi, dan ketersediaan terbaru melalui kanal resmi sebelum membeli, karena seluruh angka di artikel ini bersifat kisaran yang dapat berubah.
Referensi resmi
- Nothing Ear (2) official product page – Indonesia – Anchor utama untuk data resmi Nothing Ear (2), termasuk spesifikasi, fitur, desain, dan status ketersediaan di situs Nothing Indonesia.
- Nothing Ear (2) official product page – US – Berguna untuk memverifikasi harga rilis resmi global, status produk, dan detail spesifikasi dari sumber pabrikan.
- Nothing Ear official product page – Indonesia – Pembanding resmi penerus Nothing Ear (2), relevan untuk menilai posisi harga, fitur ANC, baterai, codec, dan peningkatan spesifikasi.
- Apple AirPods Pro official page – Indonesia – Sumber resmi untuk spesifikasi dan fitur AirPods Pro sebagai kompetitor TWS premium dengan ANC.
- Samsung Galaxy Buds3 Pro official page – Indonesia – Sumber resmi untuk spesifikasi, fitur audio, ANC, rating ketahanan, baterai, dan harga/ketersediaan kompetitor Samsung di Indonesia.



